Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Februari 2013
guyon maton
guyon maton :
pada suatu hari mbah bejo menghadiri acara pengajian di kampungnya, dia melihat seorang ibu ibu sedang memasukkan uang 10ribu rupiah ke dalam kotak infaq, kemudian ibu ibu itu ditegur oleh mbah bejo :
"loh bu, anda ini kan orang kaya, uang anda ada milyaran rupiah, dan anda juga tahu bahwa uang yg anda infaqkan itulah yg nantinya akan anda nikmati diakherat sebagai pahala amal sedekah, lha trus kalau sampeyan infaqnya cuman sepuluh ribu rupiah trus tiba-tiba nanti malam anda meninggalkan dunia ini, maka anda akan jadi orang miskin di akherat, sedangkan uang anda yg milyaran rupiah itu tidak bisa menolong anda, malah mungkin saja yg menikmati uang itu justru orang lain karena ternyata suami anda kawin lagi dengan wanita lain setelah anda mati, padahal uang milyaran rupiah itu adalah hasil kerja keras anda dan suami anda.......?
si ibu itu pun menjawab, " wah iya ya, bener juga kata mbah bejo ini,...... hmmmm eittt tapi tunggu dulu mbah, bagaimana kalau ternyata suami saya yg meninggal duluan mbah ?????, kan itu artinya saya bisa menikmati uang milyaran itu mbah..... he he he , kalau perlu kan bisa kawin lagi ?????
rupanya ibu ini tidak sadar saat ngomong begitu, ternyata suaminya ikut mendengar percakapan itu karena memang dia duduk tidak jauh darinya......
suaminya pun menjadi terkekeh kekeh jadinya, "wah kalau gitu mending duwitnya aku infaqin yg banyak aja, daripada nanti aku mati yg menikmati malah orang lain, padahal kan aku yg kerja keras cari duwit....??????"
..........................................................
he he he, ..... dasar mbah bejo.... bisa bisa aja.....
tapi ada benarnya juga lho, karena memang ada orang orang tertentu yg untuk mengingatkannya tidak bisa atau tidak cukup dengan cara yg "standar" aja, atau cara biasa aja...... he he he
Senin, 04 Februari 2013
ekstase
tidak semua hal itu bisa dijelaskan dengan kata-kata karena bahasa memiliki keterbatasan dalam menggambarkan suatu hal dengan kata kata...
seperti misalnya nikmatnya orang berzikir yg mencapai kondisi 'ekstase', atau jadzab atau puncak kenikmatan......
sangat sulit sekali menggambarkannya dengan kata-kata, sebab tidak ada kata yg tepat untuk menggambarkannya, bahkan kata 'ekstase' pun bukanlah kata yg tepat karena ada banyak kondisi ekstase, bisa ekstase karena obat, bisa ekstase karena merasakan kenikmatan saat bekerja, bisa ekstase karena mengalami orgasme saat berhubungan seks, tapi kondisi ekstase tersebut sangat berbeda dengan kondisi ekstase saat kita mencapai kemikmatan dalam berzikir...... ya meskipun semuanya sama sama nikmat, tapi beda rasanya...... sampai sekarang belum ditemukan kata yang tepat untuk ekstase zikir itu...... untuk mengetahui hal ini hanya bisa didapatkan melalui pengalaman langsung........
yang jadi masalah adalah ada orang yg menanyakan bagaimana rasanya ekstase zikir itu ???? lha ini kan repot menjawabnya, pakai kata-kata juga belum ketemu kata yg tepat, tapi harus tetap menjawabnya....... karena itulah didalam buku suluk maupun ajaran maupun tembang macapat jawa seringkali kondisi ekstase ini digambarkan sebagai kondisi mirip seperti saat bertemunya suami istri saat orgasme seksual..... padahal maksudnya bukan itu, itu cuman sedikit kemiripan saja, karena orgasme seksual sendiripun sampai sekarang masih belum bisa digambarkan dengan kata-kata, 'hanya mereka yang sudah merasakannya saja yg mengetahuinya', intinya hanya diketahui oleh mereka yg sudah mempraktekkan dan merasakannya..... karena begitu sulitnya menggambarkan kondisi yg sebenarnya......
lha kemudian ada orang yg belum mengerti dan memahami kondisi ini, kemudian menuduh ekstase saat zikir itu sesat atau mengada ada, cuman berdasarkan referensi dari serat suluk atau tembang macapat jawa itu tanpa memahami maksud yg sebenarnya.......
ha ha ha, ada yg lebih gemblung lagi karena mengira kondisi ekstase zikir itu seperti ekstase orgasme seksual , maka dia ambil kesimpulan untuk mencapai kondisi zikir yg sempurna dan mencapai puncak kenikmatan zikir itu ya sebaiknya melakukan hubungan seksual dulu ...... ha ha ha ini sih namnya ngawur bin goblok......
sekali lagi kita harus menyadari bahwa memang ada satu kondisi yg tidak bisa digambarkan dengan kata kata, karena itu tidak bijak rasanya jika kita kemudian mengadilinya dengan kata-kata yg punya keterbatasan makna ini....
contoh keterbatasan kata, ada kata sayap, nyamuk punya sayap, ayam punya sayap, burung punya sayap, kelelawar punya sayap, pesawat terbang punya sayap, malaikat punya sayap.......
tentu saja sayap nyamuk tidak sama dengan sayap burung,
sayap burung tidak sama dengan sayap pesawat terbang,
demikian juga dengan sayap malaikat.....
sama sama kata sayap, tapi berbeda bentuk maupun fungsinya....
Kamis, 31 Januari 2013
waspada berita bohong
jangan mudah percaya dengan berita yang disampaikan oleh orang atau instansi yang tidak terpercaya, apalagi dari televisi, koran, radio.......
bagaimana mereka itu bisa dipercaya, lah wawancara 2 jam tapi yg muncul diberita cuman 2 menit, dipotong semaunya sendiri, trus mengatakan bahwa itu kesimpulannya tanpa pernah mengkonfirmasi dengan sumber berita apakah benar yg dimaksudkan demikian ?????
trus ini kan yang benar sumber beritanya dari nara sumber atau sumbernya dari si wartawan ?????
misalnya berita, menurut KH...... hal itu haram....., padahal KH itu menjelaskan persoalannya sangat rinci, bisa haram dengan syarat 1, 2, 3 dan seterusnya.....
tapi setelah jadi berita yg muncul kok cuman menurut KH ... ini haram....
lah ini yg jadi sumber berita KH.... atau si wartawan ?????
karena itulah kita harus selektif saat menerima berita, apakah berita itu bisa dipercaya?, apakah dia disampaikan oleh orang yg bisa dipercaya ?
ada baiknya kita punya jaringan berita tersendiri yg bisa dipercaya....
kalau dari televisi, koran radio .... itu sih lebih banyak meragukan, karena pasti berita itu sudah dikurangi dengan alasan keterbatasan waktu atau durasi, belum lagi dipotong iklan, belum lagi masalah rating, supaya ratingnya bagus maka beritanya harus dibikin heboh, bila perlu dipotong dibagian tertentu sehingga menimbulkan kontroversial supaya terjadi penafsiran yg macam macam dari pendengarnya supaya terjadi perdebatan dan supaya jadi trending topik, jadi berita bisa terus berlanjut dan karena jadi trending topik bisa dipakai buat menarik pemasang iklan lebih banyak lagi.....
wah uuuedaaannnn tenan....... berani sekali mereka ????? apa mereka tidak takut dengan siksa neraka ????
apa mereka pikir duwit yg dihasilkan dari berita eror itu bisa dipakai buat menyogok malaikat penjaga neraka supaya tidak menyiksa mereka ???? atau jangan jangan mereka pun berpikir untuk berusaha membohongi malaikat penjaga neraka ????
ha ha ha, berhati-hatilah para wartawan, pemilik stasiun tv, radio, koran,...... ingatlah semua itu akan dimintai pertanggung jawaban, dan tentu saja tanggung jawab terbesar ada pada pemilik stasiun tv, radio, koran...... karena mereka punya kuasa untuk menghentikan itu semua namun mereka membiarkannya saja....
jangan bangga saat diwawancarai oleh wartawan.... bisa jadi itu akan jadi fitnah bagi anda.... saat diwawancara anda sampaikan hal itu lengkap, tapi saat muncul di berita tv , koran, radio ternyata sudah dipenggal seenaknya, lebih parah lagi apa yg anda sampaikan itu dipotong ditempat yg menimbulkan kontroversi..... waduh akibatnya bisa sangat menyakitkan, karena bisa jadi anda malah akan dimusuhi oleh banyak orang, dan anda tahu berapa banyak waktu, tenaga dan biaya yg harus anda keluarkan untuk meluruskan berita itu...... dan apakah si wartawan yg mewawancarai anda itu peduli dengan anda dan mau membantu anda meluruskan berita ? yg ada mereka malah sembunyi, kalau pun terpaksa mereka harus meluruskan berita maka paling paling kita cuman dikasih ruang untuk hak jawab berita di koran yg tidak sampai 200 huruf itu, atau ditelevisi cuman 2 menit aja, atau diradio cuman 5 menit aja....... ha ha ha edan tenan
menjelang pemilu, maka berita berita bohong akan beredar lebih banyak dari hari hari biasa..... belum lagi berita yg setengah benar dan setengah bohong...... dan ada lagi berita benar yg diolah sedemikian rupa sehingga nampak seperti berita bohong ???????? berhati-hatilah menyikapi berita......
akan ada pertikaian yg terjadi hanya karena mereka tidak selektif dan teliti menanggapi berita, dan korbannya juga rakyat kecil juga, para pedagang kecil terganggu jualannya, para tukang parkir kehilangan sumber nafkahnya, dan karyawan kecil yg tidak aman dalam bekerja maupun dalam perjalanan ke tempat kerja......
yang penting saat kita menerima berita, maka kita konfirmasi aja ke nara sumber beritanya, dan kalau ternyata kita tidak mampu atau tidak bisa menghubungi nara sumber beritanya, maka kita kesampaingkan berita itu, kita anggap sebagai berita tidak berharga atau sekalian aja dianggap berita setengah bohong jadi tidak perlu dipercaya....
ada juga wartawan yg jujur dalam menulis berita, tapi saat tulisannya masuk ke meja redaktur editor, maka dia harus takluk dan mengikuti maunya si redaktur editor itu.... dan jadilah berita itu berubah, dan jadi tidak jujur lagi..... kalau udah begini pilihannya cuman dua bagi si wartawan jujur itu yaitu keluar dari profesi wartawan atau membuat koran sendiri yg jujur beritanya...
Rabu, 30 Januari 2013
jatuh cinta
******* jatuh cinta *******
apakah kamu sedang jatuh cinta ? apa yg anda rasakan ?
atau mungkin kamu masih ingat saat saat jatuh cinta ?
apa yg kamu rasakan ?..... semua terasa indah dan menyenangkan bukan ?
mari kita mengenang sejenak saat jatuh cinta.....
saat saat kita mengharap perhatian dan kasih sayang dari seseorang ....
kita berpakaian rapi lebih dari biasanya.....
rasanya ingin selalu ketemu si dia.....
namun setelah berjumpa kita justru tidak bisa mengungkapkan apa yg kita rasakan itu kepadanya........
ketika kita jauh dari si dia, kita selalu memanggil manggil
namanya..... kadang dalam hati, kadang dalam mimpi, kadang dengan lisan
kita.....
kita pun menjadi penyair dadakan dan memuji si dia.....
entah dari mana munculnya kata-kata indah itu, namun dia seperti
mengalir begitu saja, segala pujian itu pun keluar dengan mudahnya.....
baru mendapat sedikit tanda saja bahwa dia juga memperhatikan kita,
kita pun merasa berbunga-bunga, begitu gembira .... padahal baru merasa diperhatikan saja.....
mendadak kita jadi suka menyanyi atau cuman berdendang, tanpa sadar
kepala kita pun ikut manggut-manggut...... bahkan tanpa kita sadari kita
juga menari-nari merayakan kegembiraan itu, meskipun masih sedikit
malu-malu dalam menari..... tapi coba anda ingat bagaimana anda berjalan
saat itu...... seperti orang menari bukan, langkah kaki begitu ringan
mengikuti irama hati..... he he he bahkan tanpa sadar kita pun mulai
sedikit menggoyangkan badan......
ada juga yg begitu gembira dengan
perasaan itu sehingga dia tanpa sadar mengekspresikannya dengan melompat
lompat, jingkrak-jingkrak, bahkan menari berputar-putar......
yah seperti itulah rasanya orang yang sedang jatuh cinta.....
itu baru cinta kepada seorang manusia.....
apalagi yg cinta kepada gusti alloh ??????
mereka-mereka yg cinta kepada gusti alloh itu, kadang tingkahnya ya seperti orang yg sedang jatuh cinta itu......
mereka menyebut nama nama alloh dengan zikirnya, baik di dalam hati
maupun lisannya, baik dalam keadaan terjaga maupun dalam tidurnya.....
mereka berzikir menyebut nama alloh dengan sangat banyaknya... bahkan
ada yg bilang terus menerus......
kemudian mereka merasa bahwa
alloh memperhatikan mereka sebagaimana kata orang bijak bahwa jika kamu
mengingat alloh maka alloh akan mengingatmu, alloh akan
bersamamu........ begitu gembiranya mereka dengan perasaan itu sehingga
tanpa sadar keluar kata-kata pujian, keluar syair-syair keindahan, dan
tubuh mereka pun tanpa sadar ikut menari mengikuti irama perasaan
gembira bahagia dalam berzikir itu, mulai dari gerakan sederhana seperti
manggut-manggut, geleng-geleng kepala, kemudian berdiri ataupun
berjingkrak-jingkrak mengekspresikan kegembiraannya itu atau ada yg
menari berputar putar....
semua itu dilakukan tanpa disadarinya, hanya mengikuti aliran kegembiraan kebahagiaannya itu saja.......
(saat mereka tidak gembira atau bahagia, maka mereka tidak bisa itu
berpura-pura menari atau jingkrak jingkrak seperti itu, kalaupun bisa
akan kelihatan sekali perbedaanya, mereka akan pusing kepalanya.....
namun saat mereka berada dalam kegembiraan kebahagiaan zikir itu, mereka
menari berputar-putar seperti itu tidak merasakan pusing, tapi malah
merasakan kesegaran, karena mereka menari dari hatinya....)
hanya mereka yg mencintai alloh dan merasakan kegembiraan dalam zikirnya
yg mengetahui hal itu..... aku sih cuman membayangkannya saja dan
mendengarkan pengakuan mereka.....
ssssttttt tapi jangan kecewa atau putus asa bila belum merasakan itu semua....
ingat nasehat orang tua jaman dulu "tresno iku biso jalaran soko kulino".. cinta itu bisa timbul karena terbiasa.......
mungkin kita belum bisa merasakan zikir yg diserati rasa cinta, namun
bila kita terus melakukannya maka rasa cinta itu pun akan datang juga,
atau cinta dari alloh yg akan mendatangi kita, sesuai dengan janji-Nya
"jika kalian datang kepadaku dengan berjalan maka AKU (alloh) akan
mendatangi kalian dengan berlari, dan tentu saja cinta dari alloh akan
datang lebih cepat. dan alloh juga sudah berjanji bahwa sesungguhnya
pertolongan alloh itu sangat dekat.....
Rabu, 07 Maret 2012
uneg-uneg
sekarang ini begitu banyak orang yang cinta kepada rosululloh nabi muhamad
begitu cintanya mereka kepada beliau.....
sayang kecintaan itu tidak diimbangi dengan ilmu yang cukup....
karena enggan mencari ilmu maka sebagian menjadi bodoh....
sehingga mudah ditipu oleh orang yang menjual nama nabi muhamad...
dengan pura pura mengajarkan ajaran muhamad....
dengan dalih pemurnian ajaran muhamad.....
yaa rosululloh namamu telah dijual dengan begitu murah untuk menipu dan menyesatkan banyak orang.... dengan dalih pemurnian....
hmmmm sungguh aneh....
kalau kita mau berpikir sedikit saja, kita pasti tahu....
siapa yang belajar kepada nabi, hingga ilmu itu sampai kepada kita ?
kita belajar kepada guru kita, guru kita pun belajar kepada guru gurunya, terus begitu hingga akhirnya sampai kepada rosululloh....
tentu saja saat kita belajar pun kita tidak sendiri, jadi kalau kita membuat fatwa yang salah maka akan ada teman yang menegur kita dan juga ada guru kita yang akan memperingatkan kita....
karena itulah pentingnya sanad atau garis turun temurun keilmuan menjadi hal yang penting...... karena tidak semua guru suka menuliskan ilmunya dalam sebuah kitab atau buku.... masih banyak ilmu yang tidak dituliskan dalam kitab atau buku....
sebuah kitab atau buku itu pun tidak semua untuk dikonsumsi orang awam, sehingga ada beberapa hal dalam kitab yang perlu penjelasan, karena kita tidak tahu seberapa tingkat pengetahuan orang yang akan membaca kitab itu, karena itulah jika kita hanya membaca kitab sendiri dan kita tidak menyesuaikan diri dengan tingkat pengetahuan dari isi kitab itu maka yang sering terjadi adalah kesalah fahaman....
ada beberapa hal yang kadang sulit dimengerti dengan kadar keilmuan kita....
karena itulah kita membutuhkan guru atau orang yang mengerti siapa penulis kitab itu atau minimal dia pernah menanyakan maksud dari isi kitab itu kepada penulisnya, atau kita bertanya kepada orang orang yang pernah belajar dan diajari maksud dari isi kitab itu dari penulisnya....
sunggguh tidak bijak rasanya jika kita begitu gampang mengambil kesimpulan apalagi menyalahkan isi kitab tanpa kita teliti lebih dahulu, apalagi dengan hanya menyandarkan pada keilmuan kita yang sangat dangkal..... ini sungguh tidak adil...
bukankah kanjeng rosul mengajarkan kita untuk berbuat adil ???
karena itulah saat kita mempelajari sebuah kitab tulisan seorang ulama , sebelum kita mengambil kesimpulan yang bisa membuat kita salah paham apalagi sampai menyalahkan, maka sebaiknya kita tanyakan kepada ulama tersebut "ini maksudnya gimana?", kalau ulama tersebut sudah meninggal maka kita bisa bertanya kepada murid muridnya dan murid dari murid muridnya tersebut... supaya tidak salah paham dan menyalahkan....
rasanya sungguh tidak adil jika pemahaman keilmuan kita masih tingkat SD tapi kita malah mengkritisi atau menyalahkan sebuah buku yang ditulis oleh seorang profesor ??
... ya tidak apa sih, tapi takutnya nanti sebenarnya kita yang salah tapi malah menyalahkan profesor tersebut......
he he he takutnya nanti kita ini diketawain oleh orang orang yang lebih pinter dari kita, atau malah kita nanti ditiru oleh orang orang yang lebih bodoh dari kita yang mana akhirnya mereka ikut ikutan menyalahkan profesor itu...
karena itulah penting kiranya kita ini terus mencari ilmu dan jangan buru buru menyalahkan orang yang pendapatnya tidak sama dengan kita atau apa kata guru kita saja..... semakin banyak ilmu yang kita miliki maka akan semakin banyak data yang kita miliki untuk menjadi bahan pertimbangan kita dalam menyimpulkan apakah sesuatu itu benar atau salah....
kanjeng nabi muhammad menganjurkan kita untuk terus mencari ilmu, dan beliau juga menyuruh kita untuk berbuat adil.....
.............................. .............................. .............................. ....
hmmm kalau mau bicara kemurnian ajaran, bukankah mereka yang jalur keilmuaannya nyampai kepada rosululloh yang seharusnya paling murni? tidak mungkin seorang murid berani membuat fatwa yang bertentangan dengan gurunya, kalaupun ada sedikit beda maka pasti juga sudah sepersetujuaan gurunya. ayo kita belajar lagi dan teliti apakah jalur keilmuan kita sampai kepada kanjeng rosululloh muhamad saw.
bisa kita bayangkan bagaimana jadinya jika seorang anak SD yang baru belajar ilmu fisika dasar kemudian dia membaca buku fisika nuklir atau fisika quantum...... ya sudah pasti dia bingung dan kalau tidak ada guru yang membimbingnya bisa bisa dia malah menyalahkan buku fisika nuklir atau fisika quantum itu....... disinilah dibutuhkan peran seorang guru pembimbing atau seorang mursyid.... he he he, jangan karena ilmu belum mencapai trus menyalahkan hanya karena ilmu yang diajarkan buku itu tidak sederhana, karena itu perlu dilakukan penyederhanaan (pemurnian)...... kembali ke ilmu fisika dasar.....
begitu cintanya mereka kepada beliau.....
sayang kecintaan itu tidak diimbangi dengan ilmu yang cukup....
karena enggan mencari ilmu maka sebagian menjadi bodoh....
sehingga mudah ditipu oleh orang yang menjual nama nabi muhamad...
dengan pura pura mengajarkan ajaran muhamad....
dengan dalih pemurnian ajaran muhamad.....
yaa rosululloh namamu telah dijual dengan begitu murah untuk menipu dan menyesatkan banyak orang.... dengan dalih pemurnian....
hmmmm sungguh aneh....
kalau kita mau berpikir sedikit saja, kita pasti tahu....
siapa yang belajar kepada nabi, hingga ilmu itu sampai kepada kita ?
kita belajar kepada guru kita, guru kita pun belajar kepada guru gurunya, terus begitu hingga akhirnya sampai kepada rosululloh....
tentu saja saat kita belajar pun kita tidak sendiri, jadi kalau kita membuat fatwa yang salah maka akan ada teman yang menegur kita dan juga ada guru kita yang akan memperingatkan kita....
karena itulah pentingnya sanad atau garis turun temurun keilmuan menjadi hal yang penting...... karena tidak semua guru suka menuliskan ilmunya dalam sebuah kitab atau buku.... masih banyak ilmu yang tidak dituliskan dalam kitab atau buku....
sebuah kitab atau buku itu pun tidak semua untuk dikonsumsi orang awam, sehingga ada beberapa hal dalam kitab yang perlu penjelasan, karena kita tidak tahu seberapa tingkat pengetahuan orang yang akan membaca kitab itu, karena itulah jika kita hanya membaca kitab sendiri dan kita tidak menyesuaikan diri dengan tingkat pengetahuan dari isi kitab itu maka yang sering terjadi adalah kesalah fahaman....
ada beberapa hal yang kadang sulit dimengerti dengan kadar keilmuan kita....
karena itulah kita membutuhkan guru atau orang yang mengerti siapa penulis kitab itu atau minimal dia pernah menanyakan maksud dari isi kitab itu kepada penulisnya, atau kita bertanya kepada orang orang yang pernah belajar dan diajari maksud dari isi kitab itu dari penulisnya....
sunggguh tidak bijak rasanya jika kita begitu gampang mengambil kesimpulan apalagi menyalahkan isi kitab tanpa kita teliti lebih dahulu, apalagi dengan hanya menyandarkan pada keilmuan kita yang sangat dangkal..... ini sungguh tidak adil...
bukankah kanjeng rosul mengajarkan kita untuk berbuat adil ???
karena itulah saat kita mempelajari sebuah kitab tulisan seorang ulama , sebelum kita mengambil kesimpulan yang bisa membuat kita salah paham apalagi sampai menyalahkan, maka sebaiknya kita tanyakan kepada ulama tersebut "ini maksudnya gimana?", kalau ulama tersebut sudah meninggal maka kita bisa bertanya kepada murid muridnya dan murid dari murid muridnya tersebut... supaya tidak salah paham dan menyalahkan....
rasanya sungguh tidak adil jika pemahaman keilmuan kita masih tingkat SD tapi kita malah mengkritisi atau menyalahkan sebuah buku yang ditulis oleh seorang profesor ??
... ya tidak apa sih, tapi takutnya nanti sebenarnya kita yang salah tapi malah menyalahkan profesor tersebut......
he he he takutnya nanti kita ini diketawain oleh orang orang yang lebih pinter dari kita, atau malah kita nanti ditiru oleh orang orang yang lebih bodoh dari kita yang mana akhirnya mereka ikut ikutan menyalahkan profesor itu...
karena itulah penting kiranya kita ini terus mencari ilmu dan jangan buru buru menyalahkan orang yang pendapatnya tidak sama dengan kita atau apa kata guru kita saja..... semakin banyak ilmu yang kita miliki maka akan semakin banyak data yang kita miliki untuk menjadi bahan pertimbangan kita dalam menyimpulkan apakah sesuatu itu benar atau salah....
kanjeng nabi muhammad menganjurkan kita untuk terus mencari ilmu, dan beliau juga menyuruh kita untuk berbuat adil.....
..............................
hmmm kalau mau bicara kemurnian ajaran, bukankah mereka yang jalur keilmuaannya nyampai kepada rosululloh yang seharusnya paling murni? tidak mungkin seorang murid berani membuat fatwa yang bertentangan dengan gurunya, kalaupun ada sedikit beda maka pasti juga sudah sepersetujuaan gurunya. ayo kita belajar lagi dan teliti apakah jalur keilmuan kita sampai kepada kanjeng rosululloh muhamad saw.
bisa kita bayangkan bagaimana jadinya jika seorang anak SD yang baru belajar ilmu fisika dasar kemudian dia membaca buku fisika nuklir atau fisika quantum...... ya sudah pasti dia bingung dan kalau tidak ada guru yang membimbingnya bisa bisa dia malah menyalahkan buku fisika nuklir atau fisika quantum itu....... disinilah dibutuhkan peran seorang guru pembimbing atau seorang mursyid.... he he he, jangan karena ilmu belum mencapai trus menyalahkan hanya karena ilmu yang diajarkan buku itu tidak sederhana, karena itu perlu dilakukan penyederhanaan (pemurnian)...... kembali ke ilmu fisika dasar.....
Langganan:
Postingan (Atom)